Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

LAPAN keluarkan Antena Motion Terbesar Di Indonesia Untuk Optimalkan Data Satelit

669

Jakarta, (7/6/2018) Satubanten.com – Beberapa hari lalu Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meresmikan Antena full motion terbesar di Indonesia yang berada di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam peresmian Antena full motion disaksikan oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Muhammad Dimyati, serta Anggota Komisi VII DPR RI, Dubes India untuk Indonesia, dan sejumlah rektor perguruan tinggi.

Antena yang memiliki diameter 11,28 menjadi yang terbesar diIndonesia, sebagai antena S-XBand Mission Control. “Antena S-XBand Mission Control Center memiliki diameter 11,28 meter merupakan yang terbesar di Indonesia,” kata Kepala LAPAN Prof Thomas Djamaluddin.

Djamaludin menjelaskan antena full motion ini terintegrasi dengan bangunan pusat pengendalian misi satelit di LAPAN. Dan Memiliki kemampuan menerima dua frekuensi yaitu frekuensi S dan X band.

Antena ini juga dapat melakukan transmisi pada frekuensi S-band. Yang berfungsi untuk mengunduh data muatan satelit LAPAN-A2 atau LAPAN-ORARI dan LAPAN-A3 atau LAPAN-IPB. “Unduhan data berupa data gambar,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, antena tersebut juga dapat menerima data Automatic Identification System (AIS) yang berasal dari kapal-kapal laut di seluruh dunia. Antena tersebut bukan hanya dapat menerima data satelit LAPAN, juga kompatibel untuk mengunduh data dari satelit milik luar negeri.

Satelit yang dapat diterima yaitu misalnya Landsat-7 dan 8, Worldview-1,2 dan 3, GEOEYE-1, Radarsat-2, MODIS (Aqua, Terra, Aurora), SPOT-6 dan 7, IRS-P5, P6, dan P7, Sentinel-1A dan 2A, COSMOS-Skymed-1,2,3 dan 4, TerraSar-X, Tandem-X, Kompast-2, 3 dan 5, Pleiades-1A dan 1B, EROS atau satelit yang bekerja pada frekuensi tersebut.

Dengan hadirnya antena ini, operasi satelit LAPAN dan juga penerimaan data satelit lainnya dapat berjalan secara optimal.”Hal ini langkah maju dalam mewujudkan pencapaian kemandirian penguasaaan teknologi di Indonesia,” katanya. Jamaludin menambahkan penguasaan satelit sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia agar bisa bersaing dengan negara maju yang mendominasi penguasaan teknologi keantariksaan.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Muhammad Dimyati berpesan agar teknologi yang dihasilkan oleh LAPAN dapat memberikan kemaslahatan bagi negara dan masyarakat luas. (MHS/SB05)

You might also like
Comments
Loading...