Cetak Surat Suara Serentak, KPU Optimis Target 60 Hari Selesai

Jakarta (21/1/2019) Satubanten.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memulai proses pencetakan perdana logistik surat suara Pemilu 2019 secara serentak, di DKI Jakarta, Jawa Timur serta Sulawesi Selatan, Minggu (20/1). Di Jakarta pemantauan proses produksi perdana dilaksanakan di dua konsorsium, PT Gramedia Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Selatan serta PT Aksara Grafika Pratama di Cakung Jakarta Timur.

Monitoring dipimpin langsung Komisioner KPU Ilham Saputra, didampingi Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Alfitra Salam serta Direktur Politeknik Media Kreatif Purnomo Ananto.

Dalam rilis tertulis KPU ,Ilham Saputra berkesempatan menekan tombol tanda dimulainya proses produksi surat suara. Rombongan selanjutnya berkesempatan untuk melihat proses pencetakan surat suara juga melakukan proses control kualitas (quality control) atas hasil cetak yang telah dilakukan.

Disela proses pemantauan, Ilham menyebut bahwa kegiatan yang dilakukan serentak di tiga provinsi ini (Jakarta, Jawa Timur serta Sulawesi Selatan) adalah bentuk transparansi KPU sekaligus pemberitahuan kepada masyarakat bahwa proses cetak surat suara untuk pemilu telah dimulai.

“Jadi hari ini kita sampaikan bahwa surat suara perdana dicetak. Maka tidak benar kalau ada yang menyebut sudah ada surat suara yang diproduksi diluar negeri apalagi sudah tercoblos. Saya tegaskan seluruh surat suara dicetak didalam negeri,” ujar Ilham.

Ilham juga berharap kesadaran masyarakat terhadap proses awal produksi surat suara juga membuat proses produksi bisa terawasi secara bersama. Apalagi bersama diketahui produksi surat suara sendiri dibatasi hanya selama 60 hari.

“Saya kira dengan kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan percetakan, kami optimis percetakan selama 60 hari bisa sesuai target,” imbuh Ilham.

Untuk logistik surat suara Pemilu di Provinsi Banten dan Lampung di produksi oleh konsorsium PT Aksara Grafika Pratama. Jumlah surat suara yang diproduksi mencapai 68.176.374 lembar (7,25 persen).

“Dengan nilai kontrak Rp36.939.634.064 atau 6,12 persen dari total nilai kontrak,” tambah Ilham.

Sebagaimana diketahui total keseluruhan surat suara yang diproduksi untuk kebutuhan Pemilu 2019 mencapai 939.879.651 lembar.

“Kalau sama-sama kita lihat, tadi surat suara yang diproduksi ada sampel yang diambil untuk dicek apakah sudah memenuhi klasifikasi yang tertuang dalam kontrak. Jadi gambar, warna harus sesuai,” lanjut Ilham.

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar dalam kesempatan itu memastikan proses pengawasan melekat akan dilakukan Bawaslu disetiap perusahaan percetakan yang memproduksi surat suara Pemilu 2019. Pengawasan dilakukan baik dalam bentuk kualitas hasil cetak maupun jumlah.

“Pengawasan dalam produksi seperti itu, karena satu suara pun tidak boleh lebih keluar dari setiap perusahaan percetakan,” kata Fritz.

Anggota DKPP Alfitra Salam singkat menyebut kehadirannya turut serta memantau proses produksi perdana surat suara Pemilu 2019 adalah untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh KPU benar telah berjalan. Menurut dia sebagai lembaga pengawas penyelenggara pemilu, pihaknya hanya menerima laporan apabila ada etik yang dilanggar oleh KPU maupun Bawaslu.

“Dengan ini kita sama-sama melihat bahwa proses produksi sudah benar dilakukan,” tutur Alfitra. (SBS02/Rls)

You might also like
Comments
Loading...